Dosen UNSIKA Lakukan Sosialisasi Tentang Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Korpus Multimodal Di Sekolah

Karawang,Bacaklik.co.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah seorang Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan seminar mengenai pengajaran bahasa Inggris berbasis korpus multimodal di SMK Inotek Tempuran, Kabupaten Karawang.

Pengajaran berbasis korpus merupakan salah satu pendekatan yang efektif yang dapat meningkatkan kepahaman belajar bahasa Inggris peserta didik.

“Kegiatan tersebut juga sekaligus bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang harus dilaksanakan sebagai salah satu Tri dharma perguruan tinggi”, ujar Dosen Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.

Untuk itu, kegiatan seminar yang dibiayai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsika tersebut berhasil mengundang Guru-Guru mapel bahasa Inggris dan mapel lainnya khusus di Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran.

Dalam pelaksanaannya, para partisipan menunjukan antusiasme yang tinggi dan memberikan dampak yang sangat positif. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan bahwa peserta seminar yang terdiri dari 20 orang bahwa para peserta dapat mengoperasikan korpus multimodal yang dapat diakses dengan mudah di perangkat handphone masing-masing,

Selain itu, para peserta dapat memahami implikasi yang dapat diterapkan di berbagai konteks.

 “Tidak hanya dapat mengeksplorasi data bahasa yang terhimpun di dalam web tetapi juga dapat mengadaptasi dengan konteks bidang yang lebih spesifik untuk mapel lainnya”, tegasnya salah satu guru SMK berinisial IK.

Lebih spesifiknya, hasil pertama yang didapat adalah para guru bahasa, seperti mapel bahasa Inggris, Indonesia, dan Sunda, dapat memahami konsep korpus multimodal yang mengandung melalui berbagai teks multimodal dengan menggunakan aplikasi korpus seperti AntConc, Concordance, Word Smith, atau lainnya sebagai bagian dari korpus khusus (specialized corpus).

Ia pun menambahkan bahwa pemasangan atau pengoperasikan aplikasi korpus cenderung mudah didapatkan di situs Google secara gratis.

“Kemudian, banyaknya fitur-fitur yang dapat dioptimalkan untuk pembelajaran bahasa di kelas seperti fitur concordance, frequency, dan collocation yang dapat menambahkan literasi kosa kata bahasa Inggris peserta didik”, tambahnya.

Lebih lanjut lagi, Untuk sebagian peserta yang mengajar di bidang lainnya juga merasakan manfaat dan bertambahnya pengetahuan mengenai korpus multimodal untuk pengajaran atau bahan ajarannya. Hal tersebut dikarenakan korpus tersebut tidak hanya dapat membantu pemahaman terhadap suatu kosakata melainkan juga dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam belajar bahasa Inggris.

Salah seorang Guru mapel Olahraga, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku sangat tertarik karena penggunaan korpus multimodal dapat menstimulus peserta didik dengan melihat contoh model peragaan di dalam korpus sebelum memulai praktek di lapangan.

“Itu artinya kumpulan video atau visual yang berbentuk digital bisa dijadikan media untuk pembelajaran semua bidang mapel yang ada di sekolah”, katanya.

Dengan diselenggarakannya kegiatan seminar dan PKM ini, para Guru memberikan apresiasi dan antusiasme yang besar karena kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan untuk dapat diaplikasikan pada pengajaran di kelas. Yang tidak kalah pentingnya bahwa pengajaran berbasis korpus multimodal dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam berpikir kritis.

“semoga kegiatan dapat menjadi awal silaturahmi antara Unsika dengan SMK Inotek Tempuran dan dapat memicu program-program kerjasama untuk kedepannya agar dapat meningkatan kualitas pendidikan khususnya di sekolah”, tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. (Red)